Berita


Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi membantah membantah bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan instruksi untuk mengamankan pengusutan skandal bailout Bank Century di DPR. Achsanul mengaku, kala itu ia menjadi anggota Pansus Century.   "Tidak pernah SBY minta untuk amankan secara personal apalagi secara presiden," ujar Achsanul di Jakarta, Kamis (6/2).Achsanul menegaskan, saat ia menjadi anggota Pansus Century, ia rutin dan setiap saat melakukan pertemuan dengan Presiden SBY. "SBY sampaikan agar hal ini (kasus Century) diluruskan, dikawal sesuai dengan hukum yang berlaku. Tidak ada arahan seperti itu atau pengamanan," jelasnya.Karena itu, Achsanul menyarankan Anas untuk lebih fokus terhadap masalah hukum yang dihadapinya. "Tidak ada pengamanan itu. Sebaiknya Anas fokus urusan hukumnya sendiri tidak bawa Pansus," katanya.Hal…
oleh Administrator pada 06 Februari 2014 15:36:56

Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD), Achsanul Qosasi menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak pernah memberikan instruksi untuk mengamankan pengusutan skandal bailout Bank Century seperti diungkapkan Anas Urbaningrum.       Achsanul menyatakan hal itu karena dia pernah menjadi Anggota Pansus Century DPR. "Tidak pernah SBY minta untuk amankan secara personal apalagi secara presiden," kata Achsanul saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (6/2).   Achsanul bercerita, saat menjadi anggota Pansus century, dirinya pun cukup rutin melakukan pertemuan dengan Presiden SBY. Dan yang diingatnya, SBY meminta agar segala dugaan negatif di kasus itu diluruskan serta dikawal sesuai dengan hukum yang berlaku.   "Tidak ada arahan seperti itu atau pengamanan," imbuhnya.   Achsanul justru meminta agar Anas Urbaningrum lebih sibuk untuk fokus terhadap…
oleh Administrator pada 06 Februari 2014 15:30:58

Jakarta - Partai Demokrat mengakui elektabilitas merosot karena isu korupsi yang belakangan sering melibatkan elite partainya. Namun fenomena ini dianggap wajar karena Demokrat adalah partai pemerintah yang selalu diserang oleh lawan politik.   Ketua DPP Partai Demokrat Achsanul Qosasi mengatakan, stigma korup yang ada di partainya harus dilawan dengan kerja keras untuk rakyat. Menurut dia, Demokrat bukan yang terbanyak melakukan korupsi dalam statistik."Harus dilawan dengan kerja, kita akui (korupsi) jadi sorotan, walau dalam data kita bukan yang terbanyak, kita nomor tiga. Tapi itulah ciri partai pemerintah, keberhasilan dikecilkan, kegagalan dibesarkan. Itu biasa, sebagai fraksi pemerintah akan dihadapi," kata Achsanul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/2).Achsanul tak memberi tahu mana partai paling korup. Namun dia yakin isu korupsi dapat diredam dengan bekerja keras untuk masyarakat.…
oleh Administrator pada 06 Februari 2014 15:28:06

Jakarta - Kini banyak partai politik sepertinya ingin berkoalisi dan dekat dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Terhadap fenomena ini, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan bahwa putusan akhir menjadi kewenangan Ketua Umum sesuai amanah Kongres dan Rakernas. Dirinya mengatakan bahwa ini semua dapat diwujudkan setelah hasil Pemilu Legislatif 9 April nanti terlaksana. Apapun juga membangun bangsa dan mensejahterakan masyarakat Indonesia bisa dilakukan dengan bersama-sama seluruh anak bangsa"Dalam politik semua kan sangat dinamis tapi yang pasti silaturahmi dan komunikasi politik terjalin baik dengan semua Partai," katanya, Rabu (5/2). Ia menambahkan, nanti pada waktunya partai melalui Ketua Umum akan memutuskan dengan siapa akan berkoalisi. Sementara, Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Teguh Juwarno, Rabu (05/02) saat ditanya mengenai keinginan…
oleh Administrator pada 06 Februari 2014 15:24:44

Jakarta - Pemenang konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat (PD) tidak bakal otomatis dimajukan pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Pasalnya, jika elektabilitas PD tetap rendah maka pemenang konvensi bisa urung dimajukan di pilpres.   "Demokrat itu nantinya dinilai rakyat. Hasil konvensi kalau (elektabilitas) rendah, kita harus tahu diri," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Achsanul Qosasi kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2). Meski begitu, Achsanul optimistis partainya bisa meningkatkan elektabilitasnya. Ia mengungkapkan, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan menguatkan konsolidasi guna mendongkrak perolehan suara di daerah.   Untuk pemilu 2014, PD menargetkan sedikitnya 77 kursi di DPR. Menurut Achsanul, angka tersebut setara dengan perolehan 14 persen kursi di parlemen. "Kalau 77 dapil dapat 1 kursi sama dengan 14 persen kursi…
oleh Administrator pada 05 Februari 2014 14:35:59

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Achsanul Qosasi mengatakan, sebagai partai pemerintah, ada konsekuensi partainya selalu dipojokkan. Bahkan, kata dia, ada fenomena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga menjabat Ketua Umum Demokrat, selalu menjadi bulan-bulanan untuk merusak citra Partai Demokrat.    "Ada satu fenomena, setiap langkah Pak SBY dan Demokrat selalu dikomentari negatif. Setiap langkah pemerintah selalu di-bully. Fenomena ini harus terlihat mengarah kepada hal-hal negatif untuk partai tujuannya, kepada partai," ujar Achsanul, di Kompleks Parlemen, Selasa (4/2/2014).Hal ini, katanya, dilancarkan lawan politik untuk merusak citra Demokrat. Kompetitor Demokrat ini, sebut Achsanul, pun berusaha mengecilkan prestasi Presiden SBY dan membesar-besarkan kekurangannya. Padahal, menurut dia, selama sembilan tahun memerintah, SBY sudah menorehkan…
oleh Administrator pada 05 Februari 2014 14:27:19

Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Achsanul Qosasi menyatakan terhambatkan pasokan bahan pangan akibat banjir dan bencana alam juga menjadi penyebab utama tingginya inflasi Indonesia Januari 2014.   Meskipun ada penyebab lain seperti suku bunga dan nilai tukar. "Tapi untuk kali ini, harga barang konsumsi melonjak drastis, cuaca dan bencana alam menjadi penyebab utama penyaluran distribusi konsumsi. Kenaikan harga barang konsumsi di daerah menjadi pemicu utama Inflasi," kata Achsanul Qosasi di Jakarta, Selasa. Bahkan, kata Achsanul, masalah sulitnya bahan pangan menjadi penyumbang inflasi terbesar. "Barang konsumsi ini termasuk komponen inflasi inti, yang memberi kontribusi 64% terhadap besaran inflasi, jika distrbusi barang konsumsi terhambat maka akan mendongkrak indeks harga konsumen," katanya. Ia menyebutkan, penyaluran bahan pangan untuk daerah terluar, daerah kepulauan menjadi…
oleh Administrator pada 05 Februari 2014 14:10:32

Sampang - Semenjak jembatan suramadu di resmikan dan dapat digunakan umum, masyarakat madura mulai merasakan dampak positif dari segala aspek bidang, mulai dari akses cepat mencapai surabaya sampai cara pandang dan pola fikir masyarakat yang semakin up to date.       Seperti yang di lakukan Mahasiswa Sampang yang secara blak blakan mengatakan" Hanya Pak AQ wakil kami yang bisa menyalurkan suara kami dan tidak aneh aneh dalam berdiskusi, meskipun di trotoar kita pun jadi"Ujar perwakilan dari mahasiswa sampang yang enggan disebutkan namanya.   Tingkat kesadaran masyarakat madura memang sudah mulai berubah itu semua seperti yang dikatakan Achsanul Qosasi "Madura bukan tertinggal tetapi ditinggal, tugas saya sebagai wakil masyarakat madura berkewajiban untuk madura agar dilirik oleh orang lain".   Jika sudut pandang semua elemen masyarakat madura sudah mulai meningkat…
oleh Administrator pada 03 Februari 2014 10:29:20

Jakarta - Anggota Tim Pengawas kasus dana talangan Bank Century (Timwas Century) di DPR, Achsanul Qosasi menilai bahwa tindakan sejumlah rekannya di Timwas Century yang bertemu sejumlah tokoh nasional merupakan sebuah upaya untuk mencari panggung.   Pasalnya, pertemuan yang dilakukan oleh sejumlah anggota Timwas Century DPR itu, terkait dengan rencana pemanggilan Wakil Presiden Boediono, yang dianggap berperan di dalam penggelontoran dana talangan sebesar Rp6,7 triliun pada Bank Century pada tahun 2008 yang lalu.   Namun demikian, Anggota Komisi XI DPR ini melihat, acara yang diikuti sejumlah Anggota Timwas dari beberapa fraksi lain, seperti Bambang Soesatyo dan Nurdiman Munir (Golkar), Fahri Hamzah dan Indra (PKS), Hendrawan Supratikno (PDI Perjuangan), merupakan cara mencari panggung. "DPR itu lembaga pengawas, bukan lembaga pengadilan," tegas dia.   Sementara, terkait…
oleh Administrator pada 29 Januari 2014 09:47:00

Jakarta - Partai Demokrat tidak heran dengan gaya komunikasi politik para elite partai di tubuh koalisi yang mulai gencar dan terkesan meninggalkan mereka, bagi Demokrat, parpol-parpol koalisi sudah lama meninggalkan mereka jauh sebelum Pemilu 2014. "Kami tidak heran. Kami sudah lama ditinggalkan," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Achsanul Qosasih ketika dihubungi Republika, Jum'at (24/1).     Achsanul menyatakan Demokrat sudah tidak mau ambil pusing dengan manuver politik yang dilakukan partai politik peserta koalisi. Menurutnya yang terpenting bagi Demokrat sekarang adalah bagaimana menyukseskan program-program pemerintahan SBY-Boediono hingga akhir jabatan.  "Situasi politik saat ini kami sadari, banyak partai bermanuver. Tapi ya sudahlah masing-masing punya gaya politiknya," ujar Achsanul. Demokrat hanya bisa berharap partai politik koalisi bisa menjaga komitmen…
oleh Administrator pada 26 Januari 2014 16:06:38


Total Post = 855

 1 2 3 berikutnya »  Last ›
Arsip
  • Tahun :  
  • Bulan :  
  •